hukum mengucapkan selamat natal

christmast tree
Tak ada yang salah dalam mengucapkan salam/selamat. Selamat pagi, selamat malam, selamat tidur, selamat tinggal merupakan hal yang lumrah diucapkan. Tapi jangan ditanya ketika yang diucapkan adalah selamat natal, hari raya umat kristiani mengenang kelahiran yesus. Beragam pendapat baik pro maupun kontra, dari para ulama hingga orang awam bisa kita temui. Pendapat seorang teman mengatakan bahwa dengan kita mengucapkan selamat natal maka sama saja kita mengakui ketuhanan trinitas yang menjadi dasar bahwa yesus adalah tuhan dan tuhan adalah yesus. Maka dengan menyamakan Tuhan dengan ciptaannya maka kita adalah musyrik. Pendapat ini hampir dipegang di semua kalanganĀ dalam menyikapi hukum selamat natal. “Survey” kecil-kecilan, dari 80 orang yang saya kirimi ucapan sms secara broadcast dengan teks sebagai berikut :
“Selamat Natal, Selamat Tahun Baru Hijriyah, Selamat Tahun Baru 2009 bagi temen2 yg merayakannya. mudah2an dengan hikmah dan pelajaran di tahun ini memunculkan harapanĀ & semangat baru di tahun yang baru serta mendapat berkah dari Allah.”
“Selamat Hari Natal, semoga berkah Tuhan selalu dilimpahkan pada kita semua.”
Ada 2 balasan sms yang menarik. Yang pertama adalah balasan dari seorang teman muslim yang menyatakan kontra terhadap sms pertama, dan satu lagi sms dari teman kristiani yang keheranan terhadap ucapan pada sms kedua, berikut saya cuplik balasan smsnya.
“Boleh sedikit masukan? selmat natalnya ditiadakan..dgn mengucapkan selamat natal sama saja mengakui tuhan mereka, sedang tiada sekutu bagi ALLAH.”
“Aku gak nyangka kmu krim sms, soalnya kamu kan lebaran bukan natalan.”
Sedangkan ucapan selamat natal ke 6 teman lainnnya yang kristiani ditanggapi positif dengan berbalas harapan kebaikan.
Bagaimana pendapat anda?
sebelum bertanya boleh apa tidak mengucapkan natal, seharusnya di lihat dulu masalah kontroversi tgl 25 desember apa benar itu kelahiran yesus (nabi isa as)? atau itu kelahiran dewa mata hari dari yunani (Ra)?
kalau umat nasrani merayakan kelahiran dewa matahari, ngapain umat muslim ngucapin selamat???
kembali kezaman jahiliyah donk
Dulu mata & telinga saya tertutup untuk melihat pelangi & dengarkan alunan nada musik, itu semua karena keterbatasan hati saya untuk melihat beragam perbedaan disekelling kita. Terima perbedaan bukan untuk mengiyakan ataupun meniadakan keyakinan iman orang lain tapi menyadari sepenuhnya dengan hati kita .
” SELAMAT UNTUK ANDA YANG TELAH MELIHAT PELANGI & MENDENGAR MUSIK KEHIDUPAN ”