oh… oh… orang gila…
Krisis ekonomi dunia yang berimbas ke Indonesia, gaya hidup kapitalis dan populis membuat banyak orang semakin terobsesi untuk menjadi kaya dengan cepat, menjadi terkenal dengan instan, dan berkuasa dengan mengumbar berbagai kenikmatan. Di sisi lain, obsesi tersebut yang mendarah daging di dalam sanubari setiap manusia akan memunculkan rasa kehancuran, harapan yang musnah dan penderitaan yang tak kan pernah berakhir ketika tujuan tersebut berstatus jauh panggang dari api. Bukan tidak mungkin potret keseharian akibat obsesi yang tak tercapai tersebut akan tampak seperti foto di bawah ini:

Ya, itulah yang namanya orang gila. Nah, pertanyaan yang ada di benak saya, siapa sih yang sebenarnya memiliki tanggung jawab mengurusi orang gila? Kalau mengintip tupoksi pemerintahan daerah, tampaknya tanggung jawab tersebut dipegang dinas sosial. Bukan tidak mungkin kelakuan manusia yg buat zaman makin edan ini menginkubasi lahirnya orang gila-orang gila baru. Lantas apa saja program yang telah dilakukan, secara setiap kali liat orang gila, kok pada dekil n tidak terawat tubuhnya. Mbok yao dikasi baju yang bagus, didandani yang cakep n cantik agar orang gila tersebut tidak dijauhi oleh orang-orang waras yang sebenarnya gila seperti saya, syerem soalnya.
di dunia ini ada 3 type orang yg keinginannya sulit dihalangi atau dilawan, yaitu :
1. Orang yg sedang berkuasa.
2. Orang yg punya duit buanyaaaak.
3. Orang gila.
bisa dibayangkan !!! bila ada orang yg sedang berkuasa, punya duit buanyaaaak, dan gila…., he…he…he…….