Pengalaman Buat Paspor di Imigrasi Bandung

Tulisan ini didorong untuk membantu siapa pun yang  ingin mendapatkan informasi praktis membuat paspor di imigrasi bandung berdasarkan pengalaman yang saya peroleh. Sebaiknya paspor dibuat oleh sendiri -jika memungkinkan- tidak perlu membuat melalui agen atau biro perjalanan, kecuali untuk keperluan haji yang perlu dibuat secara kolektif. Selain karena harganya yang lebih mahal juga mengganggu bagi yang ingin membuat secara normal. Terhitung saya harus 4 kali harus kembali ke kantor imigrasi untuk menyelesaikannya dari mendaftar hingga mengambil.

Tips Paling penting ketika mengurus adalah:
1. Gunakan Telinga dengan Awas mendengar setiap pengumuman
2. Jangan terlalu berpatokan dengan display nomor antrian. Mengambil nomor antrian penting tapi jangan terpaku dgn sistemnya
3. Sabar. Apalagi yang mengurus untuk kegiatan ibadah.
4. Luangkan waktu seharian, terutama untuk tahapan membayar, foto dan wawancara.

Hari 1

Hari pertama saya meluangkan waktu untuk sekedar orientasi suasana imigrasi, soalnya masih terbayang di benak kantor imigrasi itu seperti kantor polisi yang berkeliaran calo baik yang swasta maupun polisi sendiri (mungkin sekarang di kantor polisi sudah tidak ada hal ini). Pada hari pertama ini saya melakukan beberapa hal berikut:
1. Membeli map dan sampul paspor di kantin (sebelah kanan pintu masuk). Biaya map dan sampul Rp 6.000 + sumbangan PMI Rp 1.000. Total Rp 7.000
2. Mengambil formulir di loket sebelah kiri pintu masuk. Biaya Gratis.

Bagi yang sudah menyiapkan syarat seperti Fotocopy KK, KTP, Akte Kelahiran dan atau Ijazah < SMA bisa langsung melanjutkan mengumpulkan formulir, tentunya setelah formulir pendaftaran diisi juga. Tahap ini saya lakukan di hari ke-2 karena saat itu KTP saya lagi dipinjam orang:D

Hari 2

Hari kedua saya datang pukul 08.00 langsung mengambil nomor antrian di pintu masuk yang dijaga seorang satpam. Satpamnya cukup kooperatif. Bilang kita akan mengumpulkan formulir. Setelah diberi nomor antrian yang berawalan (nol) 0xxx, itu berarti kita menunggu dipanggil di Loket 1, loket paling depan, kayu panjang. Meski sudah ada nomor antrian, jangan terpaku dengan display nomor antrian, tapi awas telinga setiap pengumuman. Di loket ini, pemohon akan dipanggil untuk mengumpulkan berkas permohonan secara kolektif setiap 10 antrian, misal 0010 – 0020 dipanggil melalui pengeras suara untuk mengumpulkan setiap berkasnya (Jangan lupa lengkpai identitias al. tulis nama di map kuning). Setelah nomor antrian kita dipanggil secara kolektif berdasarkan urutan tersebut, maka serahkan berkas ke petugas dan tunggu untuk dipanggil. Berikutnya nama kita akan dipanggil oleh petugas (yang cukup kooperatif) untuk melengkapi berkas yang kurang serta diberi resi untuk melakukan tahapan berikutnya, yaitu wawancara, foto, sidik jari dan pembayaran. Saya memasukkan hari selasa dan diberi jadwal untuk datang hari kamis.
Catatan:
- Untuk kali pertama buat paspor jangan lupa sertakan fotocopy ijazah SMA ke bawah atau akte kelahiran. Asli dibawa untuk jaga2 saja.
- Untuk karyawan swasta, jangan lupa bawa surat rekomendasi dari perusahaan yang bisa ditandatangani Direktur atau bagian personalia.

Hari 3

Saya mengalami hari ketiga yang melelahkan. Karena harus ke jakarta di hari harus kembali (kamis), maka saya melakukannya hari jumat. Datang agak siang pukul 08.30 dan bersamaan dengan pengurusan paspor jemaah haji, saya baru menyelesaikan tahapan di hari ini jam 2 siang. Urutan yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Pembayaran
- Pastikan semua berkas lengkap
- Ambil nomor antrian dengan bantuan satpam untuk melakukan pembayaran. Nomor antrian dengan kode 4xxx
- Pergi ke loket 4 sebelah kanan dari pintu masuk
- Sekali lagi, jangan berpatokan pada display. Segera berikan nomor antrian dan resi pada hari pertama pada petugas di loket untuk dicari berkas pengajuan paspornya, kemudian tunggu untuk dipanggil.
- Setelah nama kita dipanggil baru kita bisa melakukan pembyaran sebesar Rp 270.000,- kemudian tunggu lagi untuk dipanggil mengambil kuitansi dan berkas untuk dibawa ke tahap berikutnya.

2. Foto & Sidik Jari
Setelah pembayaran selesai maka lakukan aktivitas berikut:
- Ambil nomor antrian untuk foto, wawancara dan sidik jari dengan bantuan satpam. Kode antrian 5xxx.
- Tunggu di sekitar ruangan wawancara&foto. Ada tempat duduk tapi saya tidak kebagian.
- Sekali lagi, jangan berpatokan pada display. Seorang satpam akan memberitahu pengumpulan nomor antrian secara kolektif seperti di loket layanan 1 pada hari 1. Yang saya alami saya mendapat nomor antrian 5164, dipanggil dengan rentang 5164-5180. Kumpulkan nomor antrian, jangan lupa tulis nama di balik nomor antrian, kumpulkan ke satpam ketika diinformasikan untuk pengumpulan.
-Tunggu untuk dipanggil nama kita melalui pengeras suara untuk masuk ke ruangan.
-Setelah dipanggil segera masuk ke ruangan dan langsung masuk ke balik pembatas ruangn untuk segera di foto dan sidik jari.
-Setelah difoto dan sidik jari, kemudian tunggu di ruang tunggu di dalam ruangan untuk dipanggil wawancara.

3. Wawancara
- Setelah dipanggil melalui pengeras suara, segera masuk ke ruang wawancara di ruangan sebelah kita melakukan foto.
- Pastikan berkas lengkap foto copiannya, terutama yang disuruh untuk dilengkapi.
-Petugas akan memastikan data diri anda, terutama nama.
-Petugas akan memberikan resi untuk pengambilan paspor.
Hari ini beres, jangan lupa untuk kembali 1 minggu berikutnya.

Hari ke 4

Datang ke sebelah Loket 1 pada pukul13.00, taruh surat pengambilan, silahkan tunggu atau ditinggal terlebih dahulu. Jika malas menunggu sebaiknya ditinggal dan datang sekitar pukul 15.30, begitu pesan petugasnya. Ketika saya mengambil, saya taruh surat pengambilan pukul 13.30 dan baru bisa mengambil pukul 16.00, lama dan membosankan. Alhamdulilah paspor beres

About these ads

, ,

  1. #1 by lani on August 19, 2009 - 13:02

    aq dulu bikin paspor di imigrasi jakarta selatan. berhubung minggu depan udah harus berangkat, jadi terpaksa pake bantuan calo. kena 400rb kalo gak salah. *tapi gak papa, dibayar kantor kok ;p* besoknya langsung bisa diambil.

    • #2 by triyo on October 19, 2009 - 05:31

      wah, murah dong pake calo segitu :D waktu itu sempet nanya diatas 1 juta (gila banget nih calo) hehehe akhirnya berjuang sendirian…

  2. #3 by Pipit Priharrtanti on January 28, 2010 - 12:36

    walah sampai 4 hr gitu? sy mo ambil cuti 1 hr buat bikin paspor aj kesulitan..gmn niy…

    but thx 4 d info

    • #4 by triyo on January 29, 2010 - 03:35

      betul 4 hari, tapi tidak berurutan lho, ada jeda waktu untuk nunggu proses.

  3. #5 by zee on May 26, 2010 - 03:40

    hmm..berapa sih sebenarnya biaya pembuatan pasport itu sendiri?? misalnya tujuan ke USA??

    • #6 by triyo on March 27, 2011 - 21:07

      biaya 270 ribu, mungkin ada perubahan sekarang ini

  4. #7 by Om uji on April 14, 2011 - 10:05

    Bos… kalo buku nikah perlu ga sih? klo untuk perseorangan yang sudah nikah tapi katp masih nginduk sm ortu masing2 gimana ya? thanks jawabannya…

    • #8 by triyo on April 27, 2011 - 20:34

      baiknya disiapkan aja buku nikahnya, soalnya ktp kan belum tentu update tentang status pernikahan kita.

  5. #9 by Ano on August 2, 2011 - 13:58

    Hatur nuhun atas infona…
    Enjing bade nyobian ngadamel PASPORT, mudah2an teu ribet,

    • #10 by triyo on August 14, 2011 - 18:54

      sami-sami kang..semoga sukses :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: