Archive

Archive for the ‘Sehari-hari’ Category

Pengalaman Buat Paspor di Imigrasi Bandung

August 2, 2009 triyo 2 comments

Tulisan ini didorong untuk membantu siapa pun yang  ingin mendapatkan informasi praktis membuat paspor di imigrasi bandung berdasarkan pengalaman yang saya peroleh. Sebaiknya paspor dibuat oleh sendiri -jika memungkinkan- tidak perlu membuat melalui agen atau biro perjalanan, kecuali untuk keperluan haji yang perlu dibuat secara kolektif. Selain karena harganya yang lebih mahal juga mengganggu bagi yang ingin membuat secara normal. Terhitung saya harus 4 kali harus kembali ke kantor imigrasi untuk menyelesaikannya dari mendaftar hingga mengambil.

Tips Paling penting ketika mengurus adalah:
1. Gunakan Telinga dengan Awas mendengar setiap pengumuman
2. Jangan terlalu berpatokan dengan display nomor antrian. Mengambil nomor antrian penting tapi jangan terpaku dgn sistemnya
3. Sabar. Apalagi yang mengurus untuk kegiatan ibadah.
4. Luangkan waktu seharian, terutama untuk tahapan membayar, foto dan wawancara.

Hari 1

Hari pertama saya meluangkan waktu untuk sekedar orientasi suasana imigrasi, soalnya masih terbayang di benak kantor imigrasi itu seperti kantor polisi yang berkeliaran calo baik yang swasta maupun polisi sendiri (mungkin sekarang di kantor polisi sudah tidak ada hal ini). Pada hari pertama ini saya melakukan beberapa hal berikut:
1. Membeli map dan sampul paspor di kantin (sebelah kanan pintu masuk). Biaya map dan sampul Rp 6.000 + sumbangan PMI Rp 1.000. Total Rp 7.000
2. Mengambil formulir di loket sebelah kiri pintu masuk. Biaya Gratis.

Bagi yang sudah menyiapkan syarat seperti Fotocopy KK, KTP, Akte Kelahiran dan atau Ijazah < SMA bisa langsung melanjutkan mengumpulkan formulir, tentunya setelah formulir pendaftaran diisi juga. Tahap ini saya lakukan di hari ke-2 karena saat itu KTP saya lagi dipinjam orang:D

Hari 2

Hari kedua saya datang pukul 08.00 langsung mengambil nomor antrian di pintu masuk yang dijaga seorang satpam. Satpamnya cukup kooperatif. Bilang kita akan mengumpulkan formulir. Setelah diberi nomor antrian yang berawalan (nol) 0xxx, itu berarti kita menunggu dipanggil di Loket 1, loket paling depan, kayu panjang. Meski sudah ada nomor antrian, jangan terpaku dengan display nomor antrian, tapi awas telinga setiap pengumuman. Di loket ini, pemohon akan dipanggil untuk mengumpulkan berkas permohonan secara kolektif setiap 10 antrian, misal 0010 – 0020 dipanggil melalui pengeras suara untuk mengumpulkan setiap berkasnya (Jangan lupa lengkpai identitias al. tulis nama di map kuning). Setelah nomor antrian kita dipanggil secara kolektif berdasarkan urutan tersebut, maka serahkan berkas ke petugas dan tunggu untuk dipanggil. Berikutnya nama kita akan dipanggil oleh petugas (yang cukup kooperatif) untuk melengkapi berkas yang kurang serta diberi resi untuk melakukan tahapan berikutnya, yaitu wawancara, foto, sidik jari dan pembayaran. Saya memasukkan hari selasa dan diberi jadwal untuk datang hari kamis.
Catatan:
- Untuk kali pertama buat paspor jangan lupa sertakan fotocopy ijazah SMA ke bawah atau akte kelahiran. Asli dibawa untuk jaga2 saja.
- Untuk karyawan swasta, jangan lupa bawa surat rekomendasi dari perusahaan yang bisa ditandatangani Direktur atau bagian personalia.

Hari 3

Saya mengalami hari ketiga yang melelahkan. Karena harus ke jakarta di hari harus kembali (kamis), maka saya melakukannya hari jumat. Datang agak siang pukul 08.30 dan bersamaan dengan pengurusan paspor jemaah haji, saya baru menyelesaikan tahapan di hari ini jam 2 siang. Urutan yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Pembayaran
- Pastikan semua berkas lengkap
- Ambil nomor antrian dengan bantuan satpam untuk melakukan pembayaran. Nomor antrian dengan kode 4xxx
- Pergi ke loket 4 sebelah kanan dari pintu masuk
- Sekali lagi, jangan berpatokan pada display. Segera berikan nomor antrian dan resi pada hari pertama pada petugas di loket untuk dicari berkas pengajuan paspornya, kemudian tunggu untuk dipanggil.
- Setelah nama kita dipanggil baru kita bisa melakukan pembyaran sebesar Rp 270.000,- kemudian tunggu lagi untuk dipanggil mengambil kuitansi dan berkas untuk dibawa ke tahap berikutnya.

2. Foto & Sidik Jari
Setelah pembayaran selesai maka lakukan aktivitas berikut:
- Ambil nomor antrian untuk foto, wawancara dan sidik jari dengan bantuan satpam. Kode antrian 5xxx.
- Tunggu di sekitar ruangan wawancara&foto. Ada tempat duduk tapi saya tidak kebagian.
- Sekali lagi, jangan berpatokan pada display. Seorang satpam akan memberitahu pengumpulan nomor antrian secara kolektif seperti di loket layanan 1 pada hari 1. Yang saya alami saya mendapat nomor antrian 5164, dipanggil dengan rentang 5164-5180. Kumpulkan nomor antrian, jangan lupa tulis nama di balik nomor antrian, kumpulkan ke satpam ketika diinformasikan untuk pengumpulan.
-Tunggu untuk dipanggil nama kita melalui pengeras suara untuk masuk ke ruangan.
-Setelah dipanggil segera masuk ke ruangan dan langsung masuk ke balik pembatas ruangn untuk segera di foto dan sidik jari.
-Setelah difoto dan sidik jari, kemudian tunggu di ruang tunggu di dalam ruangan untuk dipanggil wawancara.

3. Wawancara
- Setelah dipanggil melalui pengeras suara, segera masuk ke ruang wawancara di ruangan sebelah kita melakukan foto.
- Pastikan berkas lengkap foto copiannya, terutama yang disuruh untuk dilengkapi.
-Petugas akan memastikan data diri anda, terutama nama.
-Petugas akan memberikan resi untuk pengambilan paspor.
Hari ini beres, jangan lupa untuk kembali 1 minggu berikutnya.

Hari ke 4

Datang ke sebelah Loket 1 pada pukul13.00, taruh surat pengambilan, silahkan tunggu atau ditinggal terlebih dahulu. Jika malas menunggu sebaiknya ditinggal dan datang sekitar pukul 15.30, begitu pesan petugasnya. Ketika saya mengambil, saya taruh surat pengambilan pukul 13.30 dan baru bisa mengambil pukul 16.00, lama dan membosankan. Alhamdulilah paspor beres

Categories: Sehari-hari Tags: , ,

Tips Mengirim Lamaran Kerja Via e-mail

March 17, 2009 triyo Leave a comment

Tulisan ini berangkat dari pengalaman menerima lamaran via email. Lamaran tersebut dikirim dengan cara yang beragam dan menurut saya banyak “kesalahan” atau dengan bahasa yang tidak menghakimi sebagai ketidak tepatan. Hal tersebut bisa terjadi karena perusahaan yang mengirim sebuah lamaran baik itu di surat kabar maupun via web memang tidak menginfokan prosedur pengiriman e-mail yang diinginkan. Wajar saja,  karena info prosedur tersebut akan membuat biaya pencantuman lowongan kerja akan menjadi lebih mahal. Tips tersebut saya rangkum sebagai berikut:

1. Lamaran hendaknya efektif. Surat lamaran tidak perlu di attach, cukup ditulis di badan email saja.  Cukup CV/riwayat hidup yang di attach. Sertifikat/ijazah,dll cukup dibawa ketika dipanggil wawancara kecuali diminta untuk dikirimkan via email.

2. Kirim lamaran (CV atau riwayat hidup)  dalam format yang umum digunakan, semisal Word Versi 2003 (versi 2007 masih belum banyak digunakan) atau pdf.

3. Perhatikan Ukuran file, jangan lebih dari 100- 300 KB. Jika memasukkan foto ke dalam CV/riwayat hidup, jangan lupa memperkecil ukurannya dulu, agar besar file ketika disimpan tidak membengkak.

4. Simpan file/folder dengan nama yang jelas, misal : CV_Andi_Marketing

5. Jangan lupa isi subjek dengan posisi lowongan kerja yang diajukan dan nama perusahaan yang dituju untuk penegasan. Misal: Marketing PT. Gondal Gandul

6. Penting Sekali!! Jangan lupa gunakan nama pengirim yang jelas dan sesuai dengan nama pelamar, jangan menggunakan nama samaran atau username email. Untuk mengubahnya, silahkan dioprek settingan emailnya.

Postingan ini hanya memberikan tips mengirim lamaran via email, jika mencari bagaimana membuat lamaran kerja yang baik, silahkan googling.

Bubur CBR

March 14, 2009 triyo Leave a comment

Beberapa hari ini sariawan, makan jadi males, plus susah ngunyah. Akhirnya, daripada berujung di jarum suntik dan kapsul beracun, menu yang harus dilahap 3 kali sehari beralih ke bubur ayam. Alhasil, pagi makan bubur lwat di depan rumah, siang makan bubur deket kantor yang namanya bubur ayam spesial Pak Zaenal. Bubur yang aneh, kl dibawa pulang dibungkus pake kertas nasi, kerupuknya pun emping melinjo. Harganya? mahal, bubur ayam pake telor RP 14.000 , rasanya pun gosong :( .

Malamnya makan bubur di depan dustira, bubur ayam CBR Majalengka, murah hanya RP 6.000 pake ati pulak. Iseng nanya CBR kepanjangannya apa, soalnya jadi keinget tunggangan motor ber-cc besar, Honda. Ternyata CBR itu singakatan dari daerah dusun Cibeurih di kecamatan bantarujeg Majalengka. Duh jadi inget tempat KKN dulu, desa Ganeas Kecamatan Talaga :) Berikut foto lapak buburnya:

 

bubur CBR

bubur CBR

Categories: Sehari-hari Tags: , , ,

Surat Ismail Haniya ke Rahbar & Republik Islam Iran

February 1, 2009 triyo 3 comments

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang

Kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam

Ayatullah Sayyed Ali Khamenei

Semoga damai, pengampunan dan ridho Allah tercurah pada Anda.

Suatu kehormatan besar bagi saya dapat menyampaikan apresiasi pemerintah dan bangsa Palestina yang telah mengalami penderitaan sekaligus kemenangan di Gaza atas dukungan keberanian dan keteguhan pendirian yang mencerminkan kebijaksanaan Pemimpin Islam Iran serta kesedihan seluruh bangsa Iran.

Pernyataan dan pesan Yang Mulia ucapkan sebelum penyerangan terhadap Gaza hingga selama hari-hari sulit yang kami alami telah memberikan semangat perlawanan, martabat dan kebanggaan bagi setiap penduduk Gaza dan para pejuang perlawanan dalam memegang keteguhan melawan musuh.

Di bawah bimbingan Yang Mulia, Republik Islam Iran memegang peran aktif dalam berbagai isu terutama pertemuan Doha Qatar terkait masalah Gaza. Upaya ini memberikan petolongan dan harapan baru bagi setiap masyarakat Gaza yang mengalami penurunan semangat untuk bertahan.

Melalui dukungan yang maksimal, Iran telah membantu rakyat Palestina di jalur perlawanan. Kemenangan rakyat Gaza pada perang ini merupakan kemenangan kedua dari gerakan perlawanan Islam, dimana pada tahun 2006 telah diperoleh melalui kemenangan di Lebanon Selatan. Semoga Tuhan memberkati yang Mulia dan bangsa Iran atas dukungan dan upaya yang telah diberikan selama ini.

Bangsa Iran dalam cahaya kepemimpinan Yang Mulia memberikan upaya dan pertolongan bagi bangsa Palestina yang membuat kami bangga dan sangat berterima kasih.

Rakyat Palestina terutama yang berada di jalur Gaza, saat ini membutuhkan baik aspek politik maupun non politik sebagai dukungan nyata bagi rekonstruksi Gaza.

Bangsa Palestina menginginkan kehidupan yang bebas dan bermartabat, kehidupan yang bebas dari penindasan dan blokade. Untuk mencapai hal tersebut, kami membutuhkan bimbingan keIlahian dari Yang Mulia dan dukungan bangsa Iran untuk menghadapi rezim Amerika Serikat dan Zionis Israel.

Sekali lagi, Saya menyampaikan ucapan terimakasih dari bangsa Palestina dan apresiasi tak hingga kepada Yang Mulia dan Bangsa Iran.

Saudaramu,

Ismail Haniya,

Perdana Menteri Palestina

//Diterjemahkan dari www.presstv.com

oh… oh… orang gila…

January 2, 2009 triyo 1 comment

Krisis ekonomi dunia yang berimbas ke Indonesia, gaya hidup kapitalis dan populis membuat banyak orang semakin terobsesi untuk menjadi kaya dengan cepat, menjadi terkenal dengan instan, dan berkuasa dengan mengumbar berbagai kenikmatan. Di sisi lain, obsesi tersebut yang mendarah daging di dalam sanubari setiap manusia akan memunculkan rasa kehancuran, harapan yang musnah dan penderitaan yang tak kan pernah berakhir ketika tujuan tersebut berstatus jauh panggang dari api. Bukan tidak mungkin potret keseharian akibat obsesi yang tak tercapai tersebut akan tampak seperti foto di bawah ini:

orgil

Ya, itulah yang namanya orang gila. Nah, pertanyaan yang ada di benak saya, siapa sih yang sebenarnya memiliki tanggung jawab mengurusi orang gila? Kalau mengintip tupoksi pemerintahan daerah, tampaknya tanggung jawab tersebut dipegang dinas sosial. Bukan tidak mungkin kelakuan manusia yg buat zaman makin edan ini menginkubasi lahirnya orang gila-orang gila baru. Lantas apa saja program yang telah dilakukan, secara setiap kali liat orang gila, kok pada dekil n tidak terawat tubuhnya. Mbok yao dikasi baju yang bagus, didandani yang cakep n cantik agar orang gila tersebut tidak dijauhi oleh orang-orang waras yang sebenarnya gila seperti saya, syerem soalnya.

Categories: Sehari-hari Tags: ,