Menggugat kefeodalan berpikir

Teruntuk Kawan Mahasiswa (Panitia “Ospek”) menyambut penerimaan Mahasiswa Baru:

 

Feodal merupakan kata sifat dari feodalisme yang menurut kamus webster cetakan keempat bahwa feodalisme adalah sistem ekonomi,politik dan sosial  pada abad pertengahan di Eropa yang mengikat budak untuk dipekerjakan di tanah mereka untuk mendapatkan hasil bumi dan produksi yang digunakan untuk kepentingan dan kejayaan tuan-tuan tanah. Pengertian feodalisme yang begitu spesifik ini telah mengalami pemaknaan yang luas dan digunakan untuk menjelaskan keadaan, perilaku  ekonomi, politik, sosial bagi masyarakat maupun perseorangan yang bertindak semena-mena, mempertahankan status quo,kejayaan dan kepentingan mereka dengan menginjak-injak hak orang lain. Dalam konteks pemikiran, feodalisme sama bahkan lebih berbahaya dari sekadar sebuah perilaku. Hal ini dikarenakan untuk mencari pembenaran berdasarkan frame kebenaran yang dimilikinya sebuah pemikiran akan menggunakan segala kekuatan ataupun argumentasinya dengan menindas kebebasan berpikir dan berpendapat orang lain dengan dipersenjatai klaim-klaim kebenaran yang sepihak. Kefeodalan berpikir cenderung bersifat introvert dan apologia terhadap pendapat atau paham pihak lain. Seseorang dengan kefeodalan berpikirnya akan mempertahankan pendapatnya tanpa berpikir panjang untuk menerima pendapat orang lain yang ironisnya keputusan untuk bersikap defensif itu hanya didasarkan oleh pemikiran dan paradigma masa lalu tanpa ada usaha komparasi.

Tidak jarang sikap ini jika sudah mencapai titik akut dan menguasai kejernihan berpikir, maka usaha-usaha untuk berdialektika secara ideologis akan tersumbat, malah usaha defensifnya akan ditransformasikan dalam bentuk intimidasi, teror, ancaman maupun kontak fisik. Kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung dapat tergambar  dari kehidupan kita dalam berbangsa maupun bernegara. Klaim masing-masing pihak dalam menyoroti suatu permasalahan cenderung tidak menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah. Alih-alih menyoroti kondisi berbangsa dan bernegara, kita selaku miniatur intelektual bangsa masih sering menggunakan cara-cara feodal dalam berpikir dan mempertahankan pendapat. Masih kentalnya usaha mempertahankan tradisi yang itu-itu saja dalam pemikiran mahasiswa terhadap suatu permasalahan padahal sangat terbuka celah yang lebar untuk terciptanya dialog-dialog, gagasan-gagasan yang membebaskan dan mencerdaskan.

Mengapa dalam tulisan ini disoroti kefeodalan berpikir dalam kehidupan kampus? Hal ini semata-mata disebabkan oleh seringkalinya kita selaku seorang intelektual yang seharusnya berpikir dan bertindak secara sistematis dan metodolaogis masih tercemari oleh perilaku dan sikap yang lebih condong kepada pemihakan pda suatu tradisi. Dan usaha untuk mempertahankan tradisi itu yang dirasuki sikap feodal dengan menutup segala pintu “ijtihad” dan bersikap taklid buta. Permasalahan dan perdebatan mengenai pelaksanaan ospek di lingkungan kampus telah menyentuh sendi-sendi keajegan dalam pelaksanaan dan konsep yang merupakan turunan, warisan para senior. Perubahan yang membebaskan yang seharusnya didapat melalui diskusi-diskusi disertai argumentasi yang membebaskan seharusnya merupakan trigger yang perlu dibumikan untuk mencegah terjadinya kefeodalan berpikir yang semakin akut dan sulit disembuhkan. Bersikap untuk menerima pendapat dan usaha perbandingan dihadapkan pada kepentingan dan keegoisan sebuah tradisi. Kemungkinan-kemungkinan inilah yang perlu diciptakan suatu pemahaman dan perlawanan yang tetap mengedepankan fungsi-fungsi dialektika dalam menemukan titik temu suatu permasalahan dengan jalan keluar yang paling terbaik. Memang tidak mudah untuk mendapatkan suatu kondisi yang seimbang dan ideal dalam waktu yang relatif cepat tetapi setidaknya dimulai dari sekarang kita berusaha untuk memulai merngubah suatu desain yang apik, suatu “ritual” tiap tahun dengan memulainya melalui pembebasan segala macam yang berbau taklid buta dan secara perlahan mengikis habis kefeodalan berpikir atas nama tradisi..

 

  1. #1 by Tim Marx-Dostoevsky on July 3, 2007 - 04:51

    Uji pengetahuan anda tentang Marx, dengan menjawab pertanyaan yang tercantum di http://meontology.blogdrive.com , dan jawaban terbaik akan mendapatkan hadiah menarik…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: