xtrada, tunggangan baruku

Hampir setahun lalu, muncul keinginan untuk memiliki sepeda. Didorong unsur fun ketika bersepeda saat liburan di arun bulan mei 2008,  setiap hari dihabiskan untuk keliling komplek. Jadi inget, pas jaman SD dulu kemana2 pasti pake sepeda. Alhasil, berdasarkan referensi seorang kawan, diputuskan untuk melihat-lihat speda di rodalink. Bingung..sepeda yang dulu dipake, merek federal itu apa jenisnya ya?

“MTB!!”

Ya, jenisnya MTB. Setelah dicari sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dengan bantuan petugasnya, maka pilihannya jatuh  antara monarch dan astroz. Wow, ternyata sepeda jaman sekarang macam-macam jenisnya dan harganya, ampun DJ, dari 1 jutaan sampai lebih dari 50 Juta, weleh2., mikir lebih dari 1 kali untuk membeli saat itu. Setelah meyakinkan diri melalui pencanganan Triyogo Sehat 2035, artinya kira2 umur 50 an keatas masih seger bugar, dan browsing di internet mengenai manfaat bersepeda, maka diputuskan untuk membeli, walaupun harus menguras tabungan, demi kesehatan.

 

Menurut observasi di pertemuan pertama:

Monarch: rangkanya besi, remnya V Brake, speednya 18

Astroz : rangkanya dah alumunium (ringan), remnya V Brake, speednya 21, ada suspensi depan

Akhirnya diputuskan membeli Astroz dengan pertimbangan bodi yang lebih ringan dan ada suspensi di depan, walaupun belum menyamai lembutnya McPherson di roda 4:p . Saat kembali beberapa minggu kemudian ke rodalink, ternyata astroz yang diincar hanya tersisa yang untuk wanita, yang saat itu dicoba sudah terjual :( 

Akhirnya pilihannya makin sulit, antara monarch atau sepeda dengan spesifikasi di atas astroz, tentunya berimbas pada harga yang semakin mahal. karena memang niat untuk beli sepeda dan berusaha keras menguras lebih banyak tabungan lagi, akhirnya pilihan jatuh ke polygon xtrada, yang memiliki spesifikasi lebih oke dari astroz, yaitu:

  • Rem depan cakram
  • Speed 24
  • Rangka lebih ringan (walau makin rawan, gampang diincer maling, mudah ngangkutnya)

 

xtrada-ku

xtrada-ku

Selain itu, ditambah dengan helm (untuk keamanan berkendara, soalnya isinya helm jauh lebih berharga dari helmnya), speedometer (untuk ngukur jarak, kecepatan rata2,dll) dan kunci. Mengingat budget, lampu untuk kelengkapan berkendara di malam hari ditangguhkan dulu. Di malam pertama itu, sepeda pun dicoba untuk mencari makan malam ke komplek sebelah, rasanya wuzz..wuzz..enteng dan nyaman..

Liputan perjalanan tiap pagi, menyusul….

, , , ,

  1. #1 by abuazmar on December 13, 2009 - 11:28

    Apa bedanya Hard Tail dan Full Suspension go?
    Sudah agak lama mau beli. Rumahku puncak gunung, kalo ke kampus perginya tinggal ngglinding, pulangnya wuihh…..

    • #2 by triyo on January 29, 2010 - 03:27

      kl hard tail suspensinya hanya bagian depan, kl full suspension depan sama belakang (menyatu dengan sadel). kalau dirasa, yg hard tail lebih ringan dari full, tp kl mau lebih empuk dan nyaman yg full suspension. coba deh pak, maen ke rodalink otista atau di wastukencana untuk liat2. bisa buka http://www.rodalink.com/id/ saya beli di rodalink. sekalian aja satu paket sama karimun, hehe

  2. #3 by adhitya on December 17, 2009 - 02:23

    wah, thanks reviewnya boss… jd lbih ngerti. aq jg lg rencana beli sepeda. Budget 3jt masih bingung antara ngerakit sama beli jadi. Skarang jd lbh ada gambaran deh. thanks…

    • #4 by triyo on January 29, 2010 - 03:34

      ok, sama2 boss..wah mau ngerakit nih, mantabss..udah kategori pecinta sepeda nih bukan sekedar hobiis, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: