Pelajaran dari kasus pemasaran konten digital yang “canggih”

pencurian data

Masih menyambung pemasaran/penjualan konten digital yang “canggih” pada postingan sebelumnya. Berpikir keras!! Dari mana ya content provider tersebut bisa dapat nomor hp-ku?
*Hmmmm berpikir sejenak*

Coba flash back kemungkinan didapatnya nomor HP-ku

  1. Pagi hari sempat browsing mencari e-book di internet;
  2. Ketemu e-book yang dimaksud tapi harus mengisi mengisi survey atau trial/buy product/service terlebih dahulu;
  3. Jelas pilih survey dong, ngapain harus beli product;
  4. Surveynya gampang, Cuma memilih lambang pada sepatu converse yang benar;
  5. Setelah memilih, akhirnya diminta memasukkan nomor HP. Agak membingungkan juga, katanya link survey tapi kok ada form submit HP, biasanya cukup email;
  6. Jrennggg…agak aneh tapi butuh e-book nya nih. Akhirnya masukkan nomor sembarang, muncul notifikasi kalau nomor tidak valid. Lho kok bisa tau gak valid nih??!!
  7. Masukkan nomor kedua, nomor valid milik seorang teman, hehe..wew muncul notifikasi kalau nomor tidak valid, makin aneh tapi penasaran;
  8. Akhirnya coba masukin nomor sendiri..Dhuarrr!! notifikasi tetap mengatakan kalau nomor yang dimasukkan tidak valid. Wah dah makin ngaco nih prosedur untuk donlot-nya. Walhasil diputuskan untuk tidak mengupayakan lebih lanjut men-donlot tuh e-book;

 

Pelajaran yang bisa diambil:

  1. No HP-ku yang diketahui content provider nakal, didapat melalui web yang ngajak user loncat ke link lain yang berisi survey, game, free service, dll sebagai prasyarat memperoleh konten tertentu (e-book, file aplikasi, dll);
  2. Berhati-hatilah memasukkan data pribadi dimana pun itu di internet. Kalau dulu kurang lebih meliputi nama, alamat, tgl lahir. Zaman sekarang data pribadi sudah mencakup email dan no HP;
  3. Waspada kalau mencari e-book maupun file/konten lain yang sifatnya gratisan;
  4. Modus baru dalam bisnis elektronik/digital yang kotor, menggabungkan antara mencari sumber data pribadi korban melalui web kamuflase*, “memasarkan” dengan bumbu tipuan, teror dan rasa penasaran hal yang berbau dewasa kepada pengguna melalui sms serta menjual secara paksa konten digital setelah link di-klik tanpa konfirmasi dan disclaimer.

 

* = web yang dipakai sebagai media untuk mendapatkan data tertentu pengguna internet tanpa disadari peruntukkannya.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: